KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS MEMULAI BISNIS TANPA UANG

| Jumat, 06 Maret 2015
TUGAS KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS
MEMULAI BISNIS TANPA UANG






NAMA MAHASISWA : RANI PUSPITASARI
NIM : 14.12.7933
KELAS : S1-SI-03


STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
TAHUN 2015







ABSTRAK
Berbicara tentang bisnis, nampaknya sudah bukan merupakan hal asing di telinga kita.  Lalu, apa itu bisnis? Bisnis merupakan jumlah dari keseluruhan aktivitas yang diorganisir oleh orang yang sedang berkecimpung di dalam bidang industri dan perniagaan yang menyediakan jasa dan barang untuk memenuhi kebutuhan dan memperbaiki kualitas hidup. (Musselman & Jackson 1992).
 Jadi dapat dikatakan bahwa bisnis merupakan suatu bentuk dari aktivitas yang utamanya bertujuan dalam memperoleh keuntungan bagi yang mengusahakan atau yang berkepentingan di dalam terjadinya aktivitas tersebut.
Meskipun bukan hal baru, masih banyak orang yang takut untuk memulai bisnis  Salah satu alasan yang sering dijadikan hambatan adalah keterbatasan modal. Dan kebanyakan persepsi masyarakat  terlalu sempit sehingga mudah putus asa. Mereka beranggapan bahwa tidak ada uang, maka sama artinya dengan tidak punya modal, dan keinginan akan tetap menjadi keinginan. Padahal, dalam ilmu ekonomi, pengertian modal tidak hanya terbatas uang tunai, melainkan juga peralatan, perlengkapan, tanah, dan kendaraan.
Dalam karya ilmiah ini akan dibahas mengenai rahasia memulai bisnis tanpa uang. Bagaimana memaksimalkan apa yang kita miliki, untuk menarik apa yang belum kita miliki.



ISI

1.      MODALNYA APA YANG KITA MILIKI
Persepsi modal disini adalah apa yang kita miliki. Misalkan, jika kita memiliki buah kedondong satu keranjang penuh, dan kita ingin mendapatkan uang, maka yang harus kita lakukan pertama adalah belajar bisnis dengan modal kedondong tersebut. Jika kita mahasiswa, maka kita dapat menjualnya di lingkungan kampus, kantin, atau bahkan ke penjual rujak yang lewat. Misalkan, kita memiliki pohon rambutan dan kini sudah memasuki musim panen, maka kita dapat mengambil keuntungan dengan menjajakan rambutan tersebut. Jadi, inti pertama adalah pandai menciptakan peluang. Yakinlah bahwa peluang itu diciptakan, bukan ditunggu.

2.      BERMODAL KTP
KTP atau Kartu Tanda Penduduk merupakan identitas yang wajib dimiliki oleh seluruh warga negara yang sudah memenuhi persyaratan, tidak terkecuali Indonesia. Lalu bagaimana dengan modal KTP? Semua tidak ada yang mustahil jika kita mau berusaha. Bahkan dengan bermodal KTP pun bisa menghantarkan seseorang, sebut saja Masfuk menjadi pengusaha monel beromzet milyaran. Dengan menjadikan KTP sebagai jaminannya, beliau mulai menjual monel dari di supermarket, dengan kesepakatan bahwa sewa tempat akan dibayar di belakang.

3.      BERMODAL UANG MILIK ORANG LAIN
Anda memiliki ide usaha yang bagus tetapi tidak memiliki modal, maka anda masih bisa memulai usaha dengan bekerjasama dengan orang lain yang memiliki modal. Dimulai dengan orang terdekat, seperti kawan, atau relasi. Anda dapat menghubungi dan meyakinkan mereka untuk mendapatkan dukungan modal. Keuntungannya dapat anda bagi dua atau sesuai dengan kesepakatan. Kejujuran dan keterbukaan merupakan hal penting dalam poin ini.

4.      KAWAN ANDA SEBAGAI JAMINAN
Misalkan, anda memiliki kawan yang berada di Fakultas Kedokteran. Maka anda bisa memulai bisnis sebagai penjual buku asing. Anda dapat mengambil dan menjual buku-buku tersebut dengan jaminan teman anda di fakultas tersebut. Apabila anda mampu menjual ke beberapa instansi atau perguruan tinggi yang berkaitan dengan ilmu kesehatan hasilnya akan cukup lumayan untuk dijadikan modal awal.

5.      BERMODAL HADIAH
Tidak asing lagi ditelinga apabila kita mendengar merek seperti Billabong atau Quicksilver yang pernah booming di Indonesia. Ternyata usaha itu awalnya hanya diawali dengan modal hadiah dari seorang teman, yang kemudian dikembangkan. Celana seluncur yang menginspirasi sosok Ketut Kasih dari Bali, menghantarkannya ke pebisnis sukses.

6.      MENJADI PERANTARA
Memulai bisnis juga dapat dilakukan dengan menjadi perantara. Perantara merupakan sosok penting yang menghubungkan calon penjual dengan calon pembeli. Apabila kita berhasil menjalankan tugas sebagai perantara maka kita akan mendapat keuntungan yang lumayan, baik yang berasal dari penjual, maupun pembeli.

7.      BERMODAL OTAK
Banyak sekali orang yang beranggapan bahwa modal adalah satu-satunya jalan memulai usaha. Padahal, otak kita memiliki kemampuan untuk mencari modal tersebut, salah satunya dengan sistem pembayaran belakang. Dengan sistem ini, maka kita harus mendapat kepercayaan terlebih dahulu, kemudian sepakat, barulah bisa menjalankan bisnis.

8.      PEMBAYARAN DI MUKA
Selain membuka usaha tanpa uang tunai dan pembayaran dibelakang, kita juga dapat memulai usaha dengan menggabungkan kedua hal tersebut. Kita menggunakan pembayaran dibelakang untuk membayar gedung, fasilitas, peralatan. Sedangkan kita menggunakan pembayaran dimuka untuk pelanggan. Seperti yang sudah diterapkan dalam berbagai lembaga kursus.

9.      BERMODAL BARANG MILIK ORANG LAIN
Anda dapat memulai bisnis dengan bermodal barang milik orang lain. Misalnya anda dititipi kerudung, maka anda dapat menjualnya kembali dengan harga sedikit lebih tinggi dari yang menitipkannya kepada Anda. Keuntungan yang anda peroleh dapat anda gunakan untuk mengembangkan usaha anda.

10.  BERMODAL KEAHLIAN
Keahlian yang anda miliki merupakan  modal yang cukup untuk memulai usaha. Misalnya saja anda memiliki keahlian desain web. Maka anda dapat mendesain web kemudian menjualnya di situs situs internet untuk mendapatkan keuntungan.

11.  BERMODAL KERAMAHAN
Misalnya anda adalah seorang alumni bahasa Arab tetapi anda juga mampu berbahasa Inggris. Maka anda dapat menggunakannya sebagai penghubung antara orang Arab yang ingin berbisnis dengan orang Inggris. Anda pun akan dianggap sebagai orang penting dan bisa membuka ditawarkannya peluang usaha.
Kesimpulannya, selain bermodal uang, bisnis juga dapat dimulai dengan 11 modal diatas. Diatara adalah, apa yang kita miliki, KTP, uang milik orang lain, kawan sebagai jaminan, bermodal hadiah, menjadi perantara, bermodal otak, pembayaran di muka, modal barang milik orang lain, bermodal keahlian, dan bermodal keramahan.




REFERENSI :
1.      M.Suyanto. 2005. 11 Rahasia Memulai Bisnis Tanpa Uang, Yogyakarta:Penerbit ANDI






































            

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan jejak..

Next Prev
▲Top▲